Selasa, 02 Juli 2013
Jumat, 28 Juni 2013
Senyum Ceria Ramadhan 2013
Rencana Pelaksanaan
Rencana pelaksanaan Senyum Ceria Ramadhan 2013* adalah :
No
|
Waktu
|
Target Panti
|
Konsep Acara
|
cp
|
1
|
Rabu
10/7/13
| PA Aminah, Jl Botton 1 Magelang | SEMANGAT Sukses w/ Apriliado R (FIF-Spektra) | |
2
|
Jumat
12/7/13
| PA Al Falah, Winong Kotagede Yk | SEMANGAT Sukses w/Bayu Satrio W (Trainer Super Success Indonesia) | |
3
|
Minggu
14/7/13
| PA Fataa, Jl. Parangtritis Km. 8, Sewon, Bantul | SEMANGAT usaha w/ Yoga PinoJaket | |
4
|
Selasa
16/7/13
| PA Al Qahaar, (jakal km 10) Dusun Jayan, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman | SEMANGAT Usaha w/ SBY (Susilo Bayam Yogya) | |
5
|
Kamis
18/7/13
| PA Al Wahhaab, Dero, CondongCatur, Depok, Sleman | SEMANGAT Sukses w/ Agus Putranto(Trainer Tuna netra) | |
6
|
Sabtu
20/7/13
| PA Al Mafaza, Jl Veteran Umbulharjo Yogyakarta | SEMANGAT Berkebun w/ @JgjBerkebun @PagiBerbagi | |
7
|
Minggu
21/7/13
| P.A Umar Bin Khotob,Klenggotan Srimulyo Piyungan Bantul, DIY | SEMANGAT Sukses w/Irine Yamacita (Trainer, ex Putri Pariwisata Jogja) | |
8
|
Selasa
23/7/13
| PA Nurul Yasmin, Kroco Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta | SEMANGAT Sukses w/Rini N (ex editor Nova) | |
9
|
Kamis
25/7/13
| PA Ibadah Bunda, Bangirejo, Karangwaru Yk | SEMANGAT Usaha w/Sang Indra (DOJO box) & Agung S (Simply Fresh Laundry) | |
10
|
Sabtu
27/7/13
| PA Darun Najah/ Al Fadhillah, Jl. Santan Gg. II No. 19, Maguwoharjo, Sleman Yk | SEMANGAT Sukses w/Syarifah, M. Si (Rumah Cerdas Indonesia) | |
11
|
Minggu
28/7/13
| PA Muhammadiyah Tuksono, Tuksono Kulonprogo | SEMANGAT Sukses w/Masrul Harindra (Kaos Motivasi) | |
12
|
Selasa
30/7/13
| PA Muhammadiyah, Jl Lowanu Yk | SEMANGAT Sukses w/ M Thoha (Habibie dr Selokan Mataram) | |
13
|
Kamis
1/8/13
| PA Al Quddus, Lempongsari, Ngaglik, Sleman | SEMANGAT Sukses | w/…..(Special Guest) |
Waktu pelaksanaan Acara adalah jam 15.30-Buka Bersama WIB.
informasi lebih lanjut bisa menghubungi 02749536070 atau info@senyumkita.com
untuk update kegiatan ini bisa melalui Fanspage FB Senyumkita.com atau via twitter @senyumkita
*bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi yang ada
yuk belajar bersama berbisnis, berbagi & menebar rakhmat
yuk bersiap utk Launching #SCR2013 bsk tgl 1 juli 2013 jam 13.00-15.00 dlm acara Talkshow SOcial Entrepreneur di GOR UNY (jogja Islamic Book Fair 2013)
bersama Sesepuh TDA jogja
1) Adinindyah LAWE
Juara Lomba Wanita Wirausaha BNI-femina 2009
memperkenalkan
2) Arief Nugroho
CV. SABUT MANDIRI
Champion Idea British Council 2011
Finalis Nasional WMM 2012
kliennya perusahaan Tambang : Chevron, Leighton, ADARO ENVIROCOAL, Agincourt Resources, TOTAL E&P Berau Coal, RBH (Riau Baraharum Coal) dan beberapa perusahaan tambang lainnya.
3) Dita Adi Saputra, S.Si
- Peraih SATU (Semangat Astra Terpadu) Indonesia Award 2012 bidang teknologi, Favorit Juri dari PT. Astra International
- Peraih “The Most Promissing Community Enterpreneur” Award CEC 2010 dari AGF-British Council
- Presenter bidang Community Development di Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) 2012
- Juara Favorit Green Technology Competition ITB 2010
- Finalis 10 besar Climate Smart Leader Inotek IPB 2010
dll
moderator Rendra Visual
bersama Sesepuh TDA jogja
1) Adinindyah LAWE
Juara Lomba Wanita Wirausaha BNI-femina 2009
memperkenalkan
2) Arief Nugroho
CV. SABUT MANDIRI
Champion Idea British Council 2011
Finalis Nasional WMM 2012
kliennya perusahaan Tambang : Chevron, Leighton, ADARO ENVIROCOAL, Agincourt Resources, TOTAL E&P Berau Coal, RBH (Riau Baraharum Coal) dan beberapa perusahaan tambang lainnya.
3) Dita Adi Saputra, S.Si
- Peraih SATU (Semangat Astra Terpadu) Indonesia Award 2012 bidang teknologi, Favorit Juri dari PT. Astra International
- Peraih “The Most Promissing Community Enterpreneur” Award CEC 2010 dari AGF-British Council
- Presenter bidang Community Development di Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) 2012
- Juara Favorit Green Technology Competition ITB 2010
- Finalis 10 besar Climate Smart Leader Inotek IPB 2010
dll
moderator Rendra Visual
Jumat, 31 Mei 2013
Awakening Talent Contest | Top 32 | Sintesa Vocal Play | 2nd Phase #Indonesia #AwakeningStar
Alhamdulillah kemaren sintesa udah lolos ke 32 besar, skarang butuh bantuan vote lagi buat video yang kedua. Yuk sobat DKV14 kita support dan dukung terus saudara -saudara kita ini .
Doaka biar diberi yang terbaik menurut Allah swt,
Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
http://www.AwakeningStar.com Awakening Talent Contest is organised by Awakening. This is the 2nd video submission for the contestant after being qualified as one of the top 32 finalists. Visit the official social media accounts of Awakening Records to vote (Like, share, tweet, and comment):
YouTube http://www.youtube.com/AwakeningRecords
Facebook http://www.facebook.com/AwakeningRecords
Twitter http://www.twitter.com/AwakeningRec
Google Plus http://plus.google.com/u/0/b/11529350...
Rabu, 22 Mei 2013
CUSTOMER SERVICE, how do you optimize it
Okay Guys,
ini review dari kunjungan TDA Biz Online selasa kemarin :
- CUSTOMER SERVICE, how do you optimize it -
Acara TDA Biz Online yang ketiga kali ini kami mengunjungi mas Dwisuko Adhinugroho, owner Gotosovie.com. mas Adhi yang biasa dipanggil mas Ibus menerangkan bahwa dalam menangani Customer Service, kita harus paham benar siapa target pasar kita. Bila perlu gambarlah hingga detail visualisasi orang yang kita harapkan menjadi customer kita. Hal ini yang mendasari
bagaimana cara kita menanggapi customer. Ketika kita menanggapi customer bapak-bapak, tentu akan berbeda pula ketika kita menanggapi customer ibu-ibu, mas-mas, atau mbak-mbak. Nah, pelajaran yang penting yang bisa saya petik adalah: kita harus berani dulu menentukan siapa segmentasi Customer kita.
Gotosovie sendiri mengincar pasar dengan harga yang tinggi (mari kita sebut tipe A dan B), kenapa? karena segmen pasar yang afford harga tinggi cenderung tidak rewel (tipe C dan D). Berbeda dengan segmen pasar yang cuman bisa afford harga rendah. Katakan customer tipe A/B bergaji 10.000.000, tentu tidak masalah kan untuk beli yang harga 350.000? kalo lecet dikit, ah nanti bisa beli lagi. Tapi katakan customer tipe C/D bergaji 1.200.000, tentu ketika membeli produk seharga 350.000 rasanya akan sangat mahal sekali, ujung-ujungnya dia akan riwil karena merasa beli harga tinggi ya harus perfect dong! bisa dipahami kan?
mas Ibus sendiri mempunyai visi yang jelas bahwa Gotosovie saat ini harus diarahkan menjadi suatu brand yang powerful. Karena itulah service terhadap customer harus luar biasa baiknya. Setiap kata-kata dan service harus diukur dan distandarisasi secara ketat. Mungkin itulah sebabnya Gotosovie tidak mempunyai reseller, karena melakukan kontrol terhadap reseller membutuhkan effort yang jauh lebih besar daripada mempunyai Sales dan Customer Service yang dipegang sendiri, dalam konteks membangun nama brand.
Dalam Gotosovie, ada 4 posisi yang dianggap penting dalam melakukan marketing: (1) Customer Service (2) Account Officer (3) Marketing / PR (4) Promotion. CS adalah tim yang harus melayani customer sebaik-baiknya, AO adalah tim yang harus melakukan sales sebanyak-banyaknya. Marketing/PR adalah tim yang harus melakukan periklanan dan hubungan strategis pemasaran, sedangkan Promotion adalah tim yang harus merancang promo perusahaan dalam waktu tertentu.
Untuk meyakinkan bahwa perusahaan terus bertumbuh, maka dalam melakukan penjualan harus ada 3 hal: (1) Direct Selling, atau penjualan langsung (2) Recall Back, menghubungi kembali customer lama, dan (3) Promotion, memberikan promo atau offer-offer tertentu kepada konsumen. Maka dalam hal ini dibutuhkan suatu data konsumen yang jelas dan detail, maka dari itu DATABASE merupakan alat kunci dalam merawat konsumen sehingga perusahaan bisa meningkatkan penjualan dengan Customer Service.
Demikian short review TDA Biz Online kali ini,
semoga bermanfaat
sampai jumpa di acara TDA Biz Online berikutnya.
Salam
Satriyo Yok
ini review dari kunjungan TDA Biz Online selasa kemarin :
- CUSTOMER SERVICE, how do you optimize it -
Acara TDA Biz Online yang ketiga kali ini kami mengunjungi mas Dwisuko Adhinugroho, owner Gotosovie.com. mas Adhi yang biasa dipanggil mas Ibus menerangkan bahwa dalam menangani Customer Service, kita harus paham benar siapa target pasar kita. Bila perlu gambarlah hingga detail visualisasi orang yang kita harapkan menjadi customer kita. Hal ini yang mendasari
bagaimana cara kita menanggapi customer. Ketika kita menanggapi customer bapak-bapak, tentu akan berbeda pula ketika kita menanggapi customer ibu-ibu, mas-mas, atau mbak-mbak. Nah, pelajaran yang penting yang bisa saya petik adalah: kita harus berani dulu menentukan siapa segmentasi Customer kita.
Gotosovie sendiri mengincar pasar dengan harga yang tinggi (mari kita sebut tipe A dan B), kenapa? karena segmen pasar yang afford harga tinggi cenderung tidak rewel (tipe C dan D). Berbeda dengan segmen pasar yang cuman bisa afford harga rendah. Katakan customer tipe A/B bergaji 10.000.000, tentu tidak masalah kan untuk beli yang harga 350.000? kalo lecet dikit, ah nanti bisa beli lagi. Tapi katakan customer tipe C/D bergaji 1.200.000, tentu ketika membeli produk seharga 350.000 rasanya akan sangat mahal sekali, ujung-ujungnya dia akan riwil karena merasa beli harga tinggi ya harus perfect dong! bisa dipahami kan?
mas Ibus sendiri mempunyai visi yang jelas bahwa Gotosovie saat ini harus diarahkan menjadi suatu brand yang powerful. Karena itulah service terhadap customer harus luar biasa baiknya. Setiap kata-kata dan service harus diukur dan distandarisasi secara ketat. Mungkin itulah sebabnya Gotosovie tidak mempunyai reseller, karena melakukan kontrol terhadap reseller membutuhkan effort yang jauh lebih besar daripada mempunyai Sales dan Customer Service yang dipegang sendiri, dalam konteks membangun nama brand.
Dalam Gotosovie, ada 4 posisi yang dianggap penting dalam melakukan marketing: (1) Customer Service (2) Account Officer (3) Marketing / PR (4) Promotion. CS adalah tim yang harus melayani customer sebaik-baiknya, AO adalah tim yang harus melakukan sales sebanyak-banyaknya. Marketing/PR adalah tim yang harus melakukan periklanan dan hubungan strategis pemasaran, sedangkan Promotion adalah tim yang harus merancang promo perusahaan dalam waktu tertentu.
Untuk meyakinkan bahwa perusahaan terus bertumbuh, maka dalam melakukan penjualan harus ada 3 hal: (1) Direct Selling, atau penjualan langsung (2) Recall Back, menghubungi kembali customer lama, dan (3) Promotion, memberikan promo atau offer-offer tertentu kepada konsumen. Maka dalam hal ini dibutuhkan suatu data konsumen yang jelas dan detail, maka dari itu DATABASE merupakan alat kunci dalam merawat konsumen sehingga perusahaan bisa meningkatkan penjualan dengan Customer Service.
Demikian short review TDA Biz Online kali ini,
semoga bermanfaat
sampai jumpa di acara TDA Biz Online berikutnya.
Salam
Satriyo Yok
akhirnya dinamakan TDA BizOnline
ngobrol-ngobrol santai tentang bisnis online kemarin sore membahas Convertion Factor di dalam sebuah bisnis online. Ternyata faktor terpenting dari konversi adalah bukan di faktor desain website atau shopping cart, tapi yang terpenting justru adalah peran customer service atau interaksi dengan visitor. Walau begitu ternyata setiap perusahaan mempunyai cara yang berbeda-beda dalam menyikapi pasar di ranah online. Tergantung dari culture dan management perusahaan itu sendiri, bagaimana sebuah perusahaan menyikapi segmen pasar yang disasar. Jadi suatu perusahaan harus rajin tes dan ukur dalam menjalani kegiatan onlinenya.
diskusi ini akhirnya diakhiri dengan kesimpulan dari mas Seta, bahwa 3 faktor terpenting convertion rate adalah (dari yang terpenting) : 1. Customer Service 2. Foto produk (tampak depan, kanan, belakang, close up, dll) 3. Label (entah namanya "diskon", "new product", "hot", "terlaris", "best seller", atau apapun namanya).
semoga next discussion makin rame dan seru ^^
salam TDA Jogja!
copas dari grub tda jogja
Senin, 13 Mei 2013
Bagaimana Menyikapi Sakit dan Musibah
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).
Ayat ini selalu memberiku spirit dan semangat ketika aku lagi sakit ataupun terkena musibah . Ketika sakit kita bisa menikmati indahnya ketika sehat, ketika tidak punya uang kita malah bisa merasakan nikmatnya punya uang. Coba bayangkan kalo hidup muslus terus tanpa ada hambatan seperti masakan tanpa bumbu- bumbu hambar sekali.
Cobaan ataukah Azab ya kadang kita ketinggalan satu seni mengambil hikmah dari setiap kejadian dan merasakan sinyal - sinyal taufik dan hidayah dari Allah yang kadang kita abaikan. Kalau terkena musibah coba intropeksi apakah ini dosa ataukah cobaan , segera istigfar mohon ama Allah diberikan petunjuk . Segeralah taubat siapa tahu msalah yang kita alamai karena dosa atau maksiat yang kita lakukan kepada diri sendiri atau kepada orang lain pernah dzalim.
Allah sayang ma kita , gak mau nanti kita di akherat sengsara karenanya allah berikan cobaan agar kita menjadi orang yang sabar dan gugur dosa- dosa kita .
Nabi SAW bersabda,“Jika Allah m'hendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan hukuman untuknya didunia.Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukan utk seorang hamba maka Allah akan biarkan orang tersebut dgn dosa2nya sehingga Allah akan memberikan balasan untuk dosa tersebut pd hari Kiamat nanti”(HR Tirmidzi, hasan)
Dalam menyikapi sakit dan musibah tersebut, berikut ini ada beberapa prinsip yang harus menjadi pegangan seorang muslim :
1. Sakit dan Musibah adalah Takdir Allah Azza wa Jalla
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS. Al-Hadid : 22).
“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang melainkan dengan izin Allah” (QS. At-Taghaabun : 11).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan semua takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi”. (HR. Muslim no. 2653).
2. Sakit dan Musibah Adalah Penghapus Dosa
Ini adalah hikmah terpenting sebab diturunkannya sakit dan musibah. Dan hikmah ini sayangnya tidak banyak diketahui oleh saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Acapkali kita mendengar manusia ketika ditimpa sakit dan musibah malah mencaci maki, berkeluh kesah, bahkan yang lebih parah meratapi nasib dan berburuk sangka dengan takdir Allah. Nauzubillah, kita berlindung kepada Allah dari perbuatan semacam itu. Padahal apabila mereka mengetahui hikmah dibalik semua itu, maka -insya Allah- sakit dan musibah terasa ringan disebabkan banyaknya rahmat dan kasih sayang dari Allah Ta’ala.
Hikmah dibalik sakit dan musibah diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).
“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”.
(HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).
“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”.
(HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghirno.1870).
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).
“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).
“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).
Walaupun demikian, apabila seorang mukmin ditimpa suatu penyakit tidaklah meniadakan usaha (ikhtiar) untuk berobat. Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya”. (HR. Bukhari no. 5678).
Dan yang perlu diperhatikan dalam berobat ini adalah menghindarkan dari cara-cara yang dilarang agama seperti mendatangi dukun, paranormal, ‘orang pintar’, dan sebangsanya yang acapkali dikemas dengan label ‘pengobatan alternatif’. Selain itu dalam berobat juga tidak diperbolehkan memakai benda-benda yang haram seperti darah, khamr, bangkai dan sebagainya karena telah ada larangannya dari Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallamyang bersabda :
Dan yang perlu diperhatikan dalam berobat ini adalah menghindarkan dari cara-cara yang dilarang agama seperti mendatangi dukun, paranormal, ‘orang pintar’, dan sebangsanya yang acapkali dikemas dengan label ‘pengobatan alternatif’. Selain itu dalam berobat juga tidak diperbolehkan memakai benda-benda yang haram seperti darah, khamr, bangkai dan sebagainya karena telah ada larangannya dari Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallamyang bersabda :
“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633).
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada apa-apa yang haram”.
(HR. Abu Ya’la dan Ibnu Hibban no. 1397. Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitabMawaaridizh Zham-aan no. 1172).
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan penyakit kalian pada apa-apa yang diharamkan atas kalian”. (HR. Bukhari, di-maushulkan ath-Thabrani dalam Mu’jam al Kabiir, berkata Ibnu Hajar : ‘sanadnya shohih’, Fathul Baari : X/78-79).
Apabila sakit dan musibah telah menimpa, maka seorang mukmin haruslah sabar dan ridho terhadap takdir Allah Azza wa Jalla, dan harapkanlah pahala serta dihapuskannya dosa-dosanya sebagai ganjaran dari musibah yang menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).
Dalam beberapa hadis Qudsi Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhoan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhoi pahalamu melainkan surga”.
(HR. Ibnu Majah no.1597, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam Shohih Ibnu Majah : I/266).
Maksud hadis diatas yakni apabila seorang hamba ridho dengan musibah yang menimpanya maka Allah ridho memberikan pahala kepadanya dengan surga.
“Jika anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah akan berkata kepada malaikat-Nya : ‘Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?. Para Malaikat menjawab : ‘Ya, benar’. Lalu Dia bertanya lagi : ‘Apakah kalian mengambil buah hatinya?’. Malaikat menjawab : ‘Ya’. Kemudian Dia berkata : ‘Apa yang dikatakan oleh hamba-Ku itu?’. Malaikat menjawab ‘Ia memanjatkan pujian kepada-Mu dan mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’un). Allah Azza wa Jalla berfirman : ‘Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namai dengan (nama) Baitul Hamd (rumah pujian)’.” (HR Tirmidzi no.1021, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi no. 814)
“Tidaklah ada suatu balasan (yang lebih pantas) di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian ia bersabar atas kehilangan orang kesayangannya itu melainkan surga”. (HR. Bukhari).
“Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung berfirman : ‘Jika Aku menguji hamba-Ku dengan dua hal yang dicintainya (yakni menjadikan seorang hamba kehilangan dua penglihatannya/buta) lalu ia bersabar maka Aku akan menggantikan keduanya dengan surga”. (HR. Bukhari).
Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi no. 2396, Ibnu Majah no. 4031, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi II/286).
Hikmah lainnya dari sakit dan musibah adalah menyadarkan seorang hamba yang tadinya lalai dan jauh dari mengingat Allah -karena tertipu oleh kesehatan badan dan sibuk mengurus harta- untuk kembali mengingat Robb-nya. Karena jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah barulah ia merasakan kehinaan, kelemahan, teringat akan dosa-dosa, dan ketidakmampuannya di hadapan Allah Ta’ala, sehingga ia kembali kepada Allah dengan penyesalan, kepasrahan, memohon ampunan dan berdoa kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri”. (QS. Al-An’aam : 42).
Sakit dan musibah merupakan pintu yang akan membukakan kesadaran seorang hamba bahwasanya ia sangat membutuhkan Allah Azza wa Jalla. Tidak sesaatpun melainkan ia butuh kepada-Nya, sehingga ia akan selalu tergantung kepada Robb-nya. Dan pada akhirnya ia akan senantiasa mengikhlaskan dan menyerahkan segala bentuk ibadah, doa, hidup dan matinya, hanyalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.
“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan (pula) obatnya.”
(HR. Bukhari-Muslim)
Sampai saat ini, banyak jenis penyakit yang menurut kajian medis modern tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan. Penyakit seperti HIV atau AIDS, diabetes, demam berdarah, hepatitis, gagal ginjal, jantung, alergi, influensa, kista, kanker, tumor, dan lainnya. Bahkan, tidak sedikit dokter yang memberikan obat kepada pasiennya dengan pesan bahwa obat yang diberikan tidak menjamin kesembuhan, melainkan hanya mengurangi (menghilangkan) rasa sakit.
Sesungguhnya kenyataan ataupun teori adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan bertentangan dengan aqidah Islam. Karena, sejak lima belas abad silam, Rasulullah Muhammad saw menegaskan, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt, kecuali penuaan dan kematian. Sedangkan ragam obatnya sendiri sudah disediakan (diciptakan) oleh Sang Maha Penyembuh Allah swt, begitu pula teori dan praktik pengobatannya secara garis besar maupun detail telah disejajarkan Rasulullah saw selaku teladan utama dalam dunia kedokteran.
Imam Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mengatakan: “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu, pasti akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.
Mengenai obat, ada satu obat yang berguna bagi segala penyakit, yakni HABBATUSSAUDA. Obat sekaligus suplemen ini insya Allah dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian. Hadits Rasulullah: “Gunakanlah Habbatussauda sebagai obat, karena ia dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari)
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda: “Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya.” Sementara Allah swt sendiri yang Mahakuasa atas kesembuhan seseorang dari penyakit berfirman dalam Surat Asy-Su’ara ayat 80: “Dan manakala aku (Muhammad) sakit, Dia (Allah)-lah yang menyembuhkanku.”
Pakar kedokteran Islam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya “ATH-THIBUN AN-NABAWI” mengatakan, bahwa ungkapan Nabi “Setiap penyakit ada obatnya”, memberikan semangat kepada orang yang sakit dan juga dokter (thabib) yang mengobatinya, selain juga mengandung anjuran untuk mencari obat dan menyelidikinya. Karena, jelas Ibnu Qayyim, kalau orang sakit sudah merasakan pada dirinya satu keyakinan bahwa ada obat yang akan dapat menghilangkan rasa sakitnya, ia akan bergantung pada ruh harapan. Rasa panas dari keputusasaan akan berhasil ia dinginkan sehingga pintu harapan terbuka lebar.
Kalau jiwanya sudah kuat, paparnya, suhu panas insting seseorang akan meningkat. Kalau semangat seperti itu sudah meningkat, maka stamina yang mendukung tubuhnya juga meningkat sehingga mampu mengatasi, bahkan mengusir penyakit.
Demikian juga bagi dokter itu sendiri, kalau ia sudah meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, ia juga bisa terus mencari obat dari suatu penyakit dan terus melakukan penelitian.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim Khalilullah pernah bertanya, “Ya Rabbii, dari manakah penyakit itu berasal?” Allah menjawab, “Dari-Ku.” Ibrahim kembali bertanya, “Lalu, dari mana asal obatnya?” Alla menjawab, “Dari-Ku juga.” Kembali Ibrahim bertanya, “Kalau begitu, apa gunanya dokter?” Allah menjawab, “Ia adalah mankhluk yang diutus oleh-Ku untuk membawa obat dari-Ku.”
Dokter yang dimaksud tersebut adalah ahli medis yang mendasarkan ilmu dan metode pengobatannya pada Alquran dan Alhadits, bukannya mereka (ahli medis) yang mendasarkan ilmu dan pengobatannya pada teori Barat semata tanpa mau menengok metode pengobatan Islami.
Bagi ahli medis atau ahli pengobatan yang berani mengatakan adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan – meski dia Muslim – hal itu telah melanggar kode etik pengobatan Islami yang meyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Ahli medis yang meyakini adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau tiada obatnya membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kinerjanya sama sekali tidak menggunakan media pengobatan yang dianjurkan Allah swt dan Rasul-Nya. Ahli pengobatan yang meyakini adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan pada umumnya kerap membuat pasiennya pesimis, stres, dan berperan aktif dalam merusak aqidah pasiennya atas kekuasaan Allah swt sebagai Maha Penyembuh.
Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan dalam sebuah sabdanya: “Salah satu diantara sunnahku adalah pengobatan.” Dengan demikian, jelaslah bahwa perhatian Islam terhadap dunia medis tiada yang mengungguli. Dan bila saat ini banyak diantara kaum Muslim bergantung pada metode pengobatan Barat, hal itu akibat kelalaian kaum Muslimin sendiri yang enggan mengakali, mengamalkan, serta mengembangkan pengobatan yang Islami.
Ahli medis yang merujuk pada pengobatan Islami, tentunya selalu memberikan solusi terapi yang efektif dan absolut serta senantiasa membangkitkan optimisme pada pasiennya untuk mencapai kesembuhan. Sebab, hal utama yang akan ditanamkan pada pasiennya, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Lantas dalam praktik pengobatannya selalu membangun komunikasi yang dialogis dan penuh kasih sayang, sekaligus berupaya membangkitkan keyakinan akan kesembuhan.
Pada dasarnya, metode pengobatan Islami terhindar dari unsur-unsur kezhaliman dan pemikiran komersialisasi belaka, sebab Islam menganjurkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan melarang umatnya tolong-menolong dalam kemungkaran. Pada gilirannya panduan tentang kiat-kiat menjaga kesehatan, pemeliharaan kesehatan serta pencegahan (pengobatan) terhadap berbagai penyakit merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang seharusnya diamalkan oleh umat dalam rangka menjadi Muslim yang kaaffah.
Untuk itu, metode pengobatan dan obat-obatan yang telah diresepkan oleh Allah swt melalui Rasul-Nya tidak boleh sedikitpun diragukan, apakah itu hijamah (bekam), ruqyah, madu, habbatussauda, dan lainnya selama diamalkan sesuai syariat.
Melalui pendekatan tersebut, ‘dokter’ dan pasien selalu melakukan praktik pengobatan yang akan semakin meningkatkan kecintaan kedua belah pihak pada Allah swt dan Rasul-Nya. Bukan sebaliknya, pengobatan yang dijalankan merujuk pada konsep yang bertentangan dengan Alquran dan Assunnah.
Sebab, pengobatan yang tidak Islami biasanya hanya membuat hubungan yang semu antara ‘dokter’ dan pasien serta tidak memberikan kesembuhan yang sesungguhnya.
.Perlu disadari, bahwa hakikat kesembuhan bukanlah milik dokter atau thabib, lembaga pengobatan atau obat, melainkan hak mutlak Allah swt. Untuk itu, berbahagialah mereka yang tengah dirundung sakit tetapi tidak sedikitpun mengeluh dan senantiasa berupaya mendasarkan pengobatan atau penyembuhan melalui metode pengobatan yang diridhai Allah swt.
TIDAK BERPUTUS ASA DALAM MENGHARAP RIDHA ALLAH SWT
“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan (pula) obatnya.”
(HR. Bukhari-Muslim)
Sampai saat ini, banyak jenis penyakit yang menurut kajian medis modern tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan. Penyakit seperti HIV atau AIDS, diabetes, demam berdarah, hepatitis, gagal ginjal, jantung, alergi, influensa, kista, kanker, tumor, dan lainnya. Bahkan, tidak sedikit dokter yang memberikan obat kepada pasiennya dengan pesan bahwa obat yang diberikan tidak menjamin kesembuhan, melainkan hanya mengurangi (menghilangkan) rasa sakit.
Sesungguhnya kenyataan ataupun teori adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan bertentangan dengan aqidah Islam. Karena, sejak lima belas abad silam, Rasulullah Muhammad saw menegaskan, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt, kecuali penuaan dan kematian. Sedangkan ragam obatnya sendiri sudah disediakan (diciptakan) oleh Sang Maha Penyembuh Allah swt, begitu pula teori dan praktik pengobatannya secara garis besar maupun detail telah disejajarkan Rasulullah saw selaku teladan utama dalam dunia kedokteran.
Imam Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mengatakan: “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu, pasti akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.
Mengenai obat, ada satu obat yang berguna bagi segala penyakit, yakni HABBATUSSAUDA. Obat sekaligus suplemen ini insya Allah dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian. Hadits Rasulullah: “Gunakanlah Habbatussauda sebagai obat, karena ia dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari)
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda: “Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya.” Sementara Allah swt sendiri yang Mahakuasa atas kesembuhan seseorang dari penyakit berfirman dalam Surat Asy-Su’ara ayat 80: “Dan manakala aku (Muhammad) sakit, Dia (Allah)-lah yang menyembuhkanku.”
Pakar kedokteran Islam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya “ATH-THIBUN AN-NABAWI” mengatakan, bahwa ungkapan Nabi “Setiap penyakit ada obatnya”, memberikan semangat kepada orang yang sakit dan juga dokter (thabib) yang mengobatinya, selain juga mengandung anjuran untuk mencari obat dan menyelidikinya. Karena, jelas Ibnu Qayyim, kalau orang sakit sudah merasakan pada dirinya satu keyakinan bahwa ada obat yang akan dapat menghilangkan rasa sakitnya, ia akan bergantung pada ruh harapan. Rasa panas dari keputusasaan akan berhasil ia dinginkan sehingga pintu harapan terbuka lebar.
Kalau jiwanya sudah kuat, paparnya, suhu panas insting seseorang akan meningkat. Kalau semangat seperti itu sudah meningkat, maka stamina yang mendukung tubuhnya juga meningkat sehingga mampu mengatasi, bahkan mengusir penyakit.
Demikian juga bagi dokter itu sendiri, kalau ia sudah meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, ia juga bisa terus mencari obat dari suatu penyakit dan terus melakukan penelitian.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim Khalilullah pernah bertanya, “Ya Rabbii, dari manakah penyakit itu berasal?” Allah menjawab, “Dari-Ku.” Ibrahim kembali bertanya, “Lalu, dari mana asal obatnya?” Alla menjawab, “Dari-Ku juga.” Kembali Ibrahim bertanya, “Kalau begitu, apa gunanya dokter?” Allah menjawab, “Ia adalah mankhluk yang diutus oleh-Ku untuk membawa obat dari-Ku.”
Dokter yang dimaksud tersebut adalah ahli medis yang mendasarkan ilmu dan metode pengobatannya pada Alquran dan Alhadits, bukannya mereka (ahli medis) yang mendasarkan ilmu dan pengobatannya pada teori Barat semata tanpa mau menengok metode pengobatan Islami.
Bagi ahli medis atau ahli pengobatan yang berani mengatakan adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan – meski dia Muslim – hal itu telah melanggar kode etik pengobatan Islami yang meyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt.
Ahli medis yang meyakini adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau tiada obatnya membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kinerjanya sama sekali tidak menggunakan media pengobatan yang dianjurkan Allah swt dan Rasul-Nya. Ahli pengobatan yang meyakini adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan pada umumnya kerap membuat pasiennya pesimis, stres, dan berperan aktif dalam merusak aqidah pasiennya atas kekuasaan Allah swt sebagai Maha Penyembuh.
Ahli medis yang meyakini adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau tiada obatnya membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kinerjanya sama sekali tidak menggunakan media pengobatan yang dianjurkan Allah swt dan Rasul-Nya. Ahli pengobatan yang meyakini adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan pada umumnya kerap membuat pasiennya pesimis, stres, dan berperan aktif dalam merusak aqidah pasiennya atas kekuasaan Allah swt sebagai Maha Penyembuh.
Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan dalam sebuah sabdanya: “Salah satu diantara sunnahku adalah pengobatan.” Dengan demikian, jelaslah bahwa perhatian Islam terhadap dunia medis tiada yang mengungguli. Dan bila saat ini banyak diantara kaum Muslim bergantung pada metode pengobatan Barat, hal itu akibat kelalaian kaum Muslimin sendiri yang enggan mengakali, mengamalkan, serta mengembangkan pengobatan yang Islami.
Ahli medis yang merujuk pada pengobatan Islami, tentunya selalu memberikan solusi terapi yang efektif dan absolut serta senantiasa membangkitkan optimisme pada pasiennya untuk mencapai kesembuhan. Sebab, hal utama yang akan ditanamkan pada pasiennya, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Lantas dalam praktik pengobatannya selalu membangun komunikasi yang dialogis dan penuh kasih sayang, sekaligus berupaya membangkitkan keyakinan akan kesembuhan.
Pada dasarnya, metode pengobatan Islami terhindar dari unsur-unsur kezhaliman dan pemikiran komersialisasi belaka, sebab Islam menganjurkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan melarang umatnya tolong-menolong dalam kemungkaran. Pada gilirannya panduan tentang kiat-kiat menjaga kesehatan, pemeliharaan kesehatan serta pencegahan (pengobatan) terhadap berbagai penyakit merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang seharusnya diamalkan oleh umat dalam rangka menjadi Muslim yang kaaffah.
Untuk itu, metode pengobatan dan obat-obatan yang telah diresepkan oleh Allah swt melalui Rasul-Nya tidak boleh sedikitpun diragukan, apakah itu hijamah (bekam), ruqyah, madu, habbatussauda, dan lainnya selama diamalkan sesuai syariat.
Melalui pendekatan tersebut, ‘dokter’ dan pasien selalu melakukan praktik pengobatan yang akan semakin meningkatkan kecintaan kedua belah pihak pada Allah swt dan Rasul-Nya. Bukan sebaliknya, pengobatan yang dijalankan merujuk pada konsep yang bertentangan dengan Alquran dan Assunnah.
Sebab, pengobatan yang tidak Islami biasanya hanya membuat hubungan yang semu antara ‘dokter’ dan pasien serta tidak memberikan kesembuhan yang sesungguhnya.
Perlu disadari, bahwa hakikat kesembuhan bukanlah milik dokter atau thabib, lembaga pengobatan atau obat, melainkan hak mutlak Allah swt. Untuk itu, berbahagialah mereka yang tengah dirundung sakit tetapi tidak sedikitpun mengeluh dan senantiasa berupaya mendasarkan pengobatan atau penyembuhan melalui metode pengobatan yang diridhai Allah swt. seperti contoh , saat ini pengobatan dengan madu dan PROPOLIS juga dimi nati krn memang terbukti telah memberi bnyk kesembuhan pada BERBAGAI MACAM penyakit, sesuai yang tertera dalam QS AN NAHL:
Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.
(QS. An-Nahl, 16:68)
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16: 69)
SEMOGA BERMANFAAT,,
Langganan:
Postingan (Atom)

![yuk bersiap utk Launching #SCR2013 bsk tgl 1 juli 2013 jam 13.00-15.00 dlm acara Talkshow SOcial Entrepreneur di GOR UNY (jogja Islamic Book Fair 2013)
bersama Sesepuh TDA jogja
1) Adinindyah LAWE
Juara Lomba Wanita Wirausaha BNI-femina 2009
memperkenalkan
2) Arief Nugroho
CV. SABUT MANDIRI
Champion Idea British Council 2011
Finalis Nasional WMM 2012
kliennya perusahaan Tambang : Chevron, Leighton, ADARO ENVIROCOAL, Agincourt Resources, TOTAL E&P Berau Coal, RBH (Riau Baraharum Coal) dan beberapa perusahaan tambang lainnya.
3) Dita Adi Saputra, S.Si
- Peraih SATU (Semangat Astra Terpadu) Indonesia Award 2012 bidang teknologi, Favorit Juri dari PT. Astra International
- Peraih “The Most Promissing Community Enterpreneur” Award CEC 2010 dari AGF-British Council
- Presenter bidang Community Development di Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) 2012
- Juara Favorit Green Technology Competition ITB 2010
- Finalis 10 besar Climate Smart Leader Inotek IPB 2010
dll
moderator @[100000926664530:2048:Rendra Visual]
FREEE!!](https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/s403x403/1014275_10151546009894023_1273215000_n.jpg)


.jpg)
