Minggu, 27 Oktober 2013

Sistem baik akan memaksa orang menjadi Baik

Saya hari ini ingin cerita sedikit tentang pemimpin yang amanah  dan sistem kepemimpinan, biasanya materi tentang kepemimpinan dan sistem kepemimpinan cukup berat dibicarakan, melalui ilustasi cerita ini saya mencoba untuk menyederhanakan  .  Awal SMP dahulu saya bersekolah di suatu sekolah negeri di yogyakarta yang notabenya saat itu mempunyai murid yang banyak dan juga nakal -nakal.

Pemandangan dari Berkelahi , kompas2san, maling, minum2,  fenomena gengster , merokok, komik hentai, nonton rame2 video porno di pojok kelas saat istirahat,  guru BP, menajdi fenomena yang biasa dilakukan anak anak disekolah tersebut .

Sebenarnya sd saya itu anak baik2 tapi karena lingkungan saya lebih dominan memaksa saya menjadi anak nakal, saya dulu anak band udah ngeluarin album juga, terus saya kenal ama ketua gengster jadi kalau kelahi ada bakingannya. 

Singkat cerita karena nilai UAN saya jelek tidak ada sma negeri yang bisa saya masuki, dan akhirnya saya memutuskan masuk ke MAN (Madrasah) , alasannya simple karena diMadrasah  pakai tes wawancara gak ada NIM hehehe, alasan ke dua krena kayaknya hanya ini madrasah di jogja yang paling bagus gedungnya.

Madrasah ini mulailah pembentukan jati diri saya yang sesungguhnya , saya merasa punya lingkungan baru untuk mengembangkat minat bakat saya. 




Budaya ULTRAPRIMA unggul trampil berkepribadian matang diterapkan oleh guru, satpam, sampai ibu kantin. Dari madrasah ini saya mulai dipercaya menjadi Wakil ketua DEWA (dewan siswa) , menajdi ketua SKN (Sekolah kerja Nyata), wakil ketua Dematic Dekorasi, Ketua  Umum Kordinator Osis DIY (magistra utama ), dan masih banyak lagi.

Jadi emang waktu itu saya menikmati sekali menjadi aktivis sekolah , kalau ditempat kami menjadi dewa itu udah kayak jadi selebritis satu sekolah , karena jumlahnya eklusif cuma 9 dan memang untuk memperebutkan kursi kepemimpinan disitu tahapannya juga keren butuh perjuangan Extra.

walaupun ada yang nakal satu dua orang yang suka bolos juga , gengster , dll tapi jumlahnya sedikit tidak sebanyak waktu di SMP , karena sistem yang kuat dan bagus.  

kalau sudah duhur gerbang depan ditutup biar pada sholat duhur, guru- guru juga ikutan sholat duhur berjamaah di masjid , walau pas istirahat pada makan di kantin tapi kebanyakan habis makan ikutan sholat karena ngelihat temenya pada sholat walau ada yng bolos juga sih.

Kalau telat dulu dipulangin tapi sekarang masuk BP dikasih tugas habis -habisan, Gru Bp juga jadi teman yang asyik buat curhat.




Selain kegiatan belajar mengajar juga ada kegiatan eksta intra klub -klub untuk mengembangkan minat bakat. Ada club badminton, Voli, basket, sepak bola, take won do, pencak silat, musik, seni, nasyid, mengambar, dekorasi, tilawah quran , club kurnalistik, pramuka, book lovers, pokoknya banyak deh.

Guru dimadrash saya itu udah kayak teman , coach yang selalu ada buat kita tidak ada gap diantara kita , pokoknya keren tapi tetap saling menghormati.

3 tahun saya dibentuk dilingkungan yang baik dan Alhamdulillah menjadi anak yang baik , semagat , kreatif dan inovatif , saya dibimbing untuk jadi pemimpin sejati pokoknya.



Saat kuliah  pertama saya masuk lewat jalan yang gak halal tanpa Tes karena ada saudara disitu , karena saya gak masuk UGM ceritanya jadi saya sembarangan aja deh cari kampus .

Teryata eh teryata Lingkungannya Lebih jahiliyah daripada waktu SMP lebih parah, hedonisme banget, disitu kamu bisa nyaksikan cewe2 pada ngerokok, minum alkohol adalah biasa, ada juga yang ganja di kamar mandi, sholat itu asing , mushola yang sepi , HMJ yang penuh botol miras , doktrin2 senior kakak angkatan yang suka maksiat .

Lebih parah lebih ancur , tapi terlanjur bayar kuliah ya udah dijalanin , Lingkungan ini dalam waktu sesingkat2nya banyak mengubah hidup saya jadi ikutan rusak, sholat jarang2 , mulai deh rokok, puya temen2 yang tatonya seabrek, sukanya ganja , didalam kelas sambil minum sambil belajar wohh.

Ditambah lingkungan hot pad dan kos kosan , kampus2 disekitarnya yang sama parahnya , kos- kosanbebas dan ayam kampus.



anak kyaipun bisa jadi preman kalau kelamaan gaul dengan preman.

layaknya seperti super hero saya coba untuk berani mencalonkan diri jadi ketua Angkatan, saya oarang yang over aktif bertanya, dan lumayan punya teman masa .

 waktu  itu kampus saya kelasnya dari A- J satu kelas 40 orang/ kelas ,  banyak kan 1 jurisan itu .

Tapi saat makrab karena program saya kayanya dirasa tidak mendukung gaya hidup mereka yang gaul , saya akhirnya jadi wakil ketua .

kalau tahu gimana saat makrab OSPEK  kami diploco , parah abis udah kayak sambutan selamat datang dikampus gengster.

Doktrin kesesatan pengusa kakak kelas menyetir adek2nya buat bikin thanks party lah , nyediain miras 4 galaon aqua lah, dan biasa rokok bikin saya makin gila.

Maunya masuk dalam sistem tapi yang punya pemikiran kayak saya cuma dikit dan pada gak ada yang berani ,dan saya pun kebawa sistem yang ada .

Sampai akhirnya saya sedikit demi sedikit malah kebawa ya tadi jadi hedon, suka ngerokok, ya gitulah pokonya .

Sampai satu kejadian yang parah saya harus bikin event thaks party yang meresahkan warga,  memalukan di kampus sampai jam 2 malam , waktu itu dekan datang tengah malam dilapori warga sekitar kampus ada ribut2 di kampus.

Karena memang pada malam itu pada kondisi para pemabuk berat ngamuk , sampai mecahin kaca kampus .

saya akhirnya sebelum surat peringatan 1 diturunkan, orang tua saya  memutuskan mengeluarkan saya  dari kampus tersebut dan Hijrah mencari Kampus yang lingkungnnya lumayan baiklah .

Pemimpin yang baik itu kalau udah masuk ke sistem yang buruk , lama2 jadi buruk juga , coba lihat Indonesia sekarang ini .

Kasus Pembunuhan terjadi tiap hari meningkat, kasus korupsi, aborsi, hamil diluar nikah, perzinaan , kemiskinan, moral yang rusak, kedangkalan berpikir .

Survei hanya 2 pesen yang udah pernah katam  baca Al quran sampai terjemahan.

yang sholat ke masjid atau tahu arti bacaan sholat yang sesungguhnya juga sedikit sekali. kebanyakan orang  jadi simpatisan muslim bukan orang islam sejati hanya islam ktp , ikut2tan saja  .

Yang pertama adalah sistem yang baik. Dan yang kedua adalah kepemimpinan yang amanah. Sistem yang baik itu adalah sistem yang berasal dari Dzat yang Maha Baik, yaitu Allah SWT. Itulah syariah Islam. 

Dan pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang mau tunduk kepada sistem yang baik tadi, dan dia memimpin dengan penuh keadilan.

Sistem baik akan memaksa orang menjadi Baik 

cotoh separah2 orang yang pakai hot pand dan tank top kalo ke masjid pasti akan tutu auratnya dan melepas sandalnya.

contoh lagi pernah ke mol yang kinclong bersih kalo kesana berani gak ngeludah , coba bandingkan kalo ke pasar yang becek , dan kotor .


Islam itu agama paling sempurna , mengatur detail kehidupan manusia, semua ada aturannya, mau makan, mau jual beli, mau berdoa, bercermin, mau tidur .

Dari sistem pemerintahamn, peradilan , sosial , dan politik Islam mengatur semuanya rinci detail .


Terbukti sistem buatan manusia tidak bisa mensejahterakan Manusia sendiri malah merusak dan menghancurkan.

Hukum2 Undang -undang dibuat ada campur tangan kepentingan, kebijkan2 dibuat untuk melancarkan para pemilik modal swasta dan asing .



Al Quran dan hadist itu diturunkan rahmatan lil alamin,  agar mengatur kehidupan didunia ini agar selamat dunia dan akerat .

karena tidak mau mengunakan hukum islam dan menuruti hawa nafsu para penguasa, akhrinya kekacauan terjadi dimana2 kerusakan dilangit dan di bumi .

kita juga diperintahkan agar masuk islam secara kaffah , semua aturan didalam islam ada yang bisa dilaksanakan secara individu , kelompok/masyarakat/ormas dan satu lagi pilar yang penting adalah negara (kekuasaan ).

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya (kekausaan) jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman."[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

coba kita analisis misal dengan lisan kalau ada kemungkaran wanita tidak menutup aurat.

 apa bisa mengingatkan sekian juta orang dengan lisan kalau gak punya kekuasaan , ayo deh pakai kerudung nanti masuk neraka loh, sekian banyak orang .

coba kita masyarakat ormas kita mendatangi doli sarkem yang jadi pendapatan negara, kayak misal FPI bisa kah menyuruh prostitusi untuk ditutup,, pasti akan bentrok .  malahan polisi dan tentara yang melindungi.  

Tapi coba  kalo pemerintah kasih aturan ditutup prostitusi , yang menyeru adalah pemerintah dan dibantu polisi dan ormas demi menjalankan huku Islam, doli bisa ditutup itu . 

Dengan kekuasaan dan aturan syariat islam kita bisa  mencegah kemungkaran terus berkembang dan merusak dunia .



Untuk memahamkan umat tentang pentingnya syariat islam dan khilafah diterapkan tidaklah mudah , butu perjuangan ekstra. Harus mengunakan metode Rasul dalam berdakwah biar selamat dunia dan akerat.

Terus apa solusinya untuk menegakkan syariat dan khilafah di muka bumi ini 

Ponggalan giwangan  sekarang adalah minitur   negara , pesantren masyarakat berbasis kampung dan centralnya adalah masjid . 

Pembinaan kader dakwah agar kuat akidahnya, alqurannya , hadistnya  ,akhlaknya .
Pemahamaan masyarakat berinteraksi dengan masyarakat (sambil mencari bibit bibit kader yang akan dibina)
Memahamkan pemegang kekuasaan para penguasa agar setuju dengan konsep islam solusi yang ditawarkan.

baru kemudian masyarak sudah paham setuju  dapat dukungan dari masyarakat dan penguasa muslim yang sudah paham dan tobat , kalau sudah kuat Allah akan berikan janji kemenagan itu, umat islam kekuasannya meliputi timur sampai barat dan benar2 menajdi kholifah di bumi ini . 




Penting Luruskan Niat Mencari Rizki yang Halal


Miris rasanya melihat  berita di media massa baik di tv, koran , maupun internet,  banyak kita saksikan tentang orang –orang yang mehalalkan berbagai cara untuk memperoleh rizki .  
Lihat saja dari penguasa pejabat kita yang korupsi, para pebisnis yang suka  suap dulu untuk menag tender , harus pakai acara di rayu dulu dengan wanita penghibur agar memuluskan project.
Dikalangan menegah ke bawah ingin laris pakai acara gorengan di beri plastiklah, pakai ke dukun dipagerilah,  Makanan diberi pewarna tekstile biar segar, buah buahan di beri lilin dan pengawet yang berbahaya , bakso diformalin, sapi digelonggong dan amsih banyak lagi .
 Parah abiz Negeri ini kehilangan moralnya dari pengusa hingga rakyat jelata , gak peduli saudara , teman atau lawan , sikat abiz . 
Halal dan Haram seolah tidak menjadi proritas utama lagi, malah sering kita dengar peryataan yang menyatakan “ cari yang haram saja susah apalagi yang halal. 
Untung rugi didunia menjadi pertimbangan utama kebanyakan orang sekarang, seakan lupa bahwa hidup didunia ini hanya sebentar saja . Banyak yang terlenakan dan tersibukan oleh fatmorgana  dunia.
Mencari rizki yang halal itu sangat penting dan menjadi prioritas utama muslim sejati.   karena nanti di akherat kelak  akan ditanya 
dari mana kamu dapatkan rizki itu ? 
dan untuk apa kau belanjakan ?  
 Tidak kalah penting juga selalu meluruskan niat dan tujuan dalam segala aktivitas kita, ini penting sekali,  jangan sampai tujuan kita hanya untuk dunia saja. Penting untuk kita selalu meluruskan Niat dan Tujuan dalam mencar Rizki yang HALAL TOYIBAN.
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu Anhu, beliau berkata, “Kami mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: 
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) dihadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)”.” [HR Ibnu Majah 4105, Ahmad 5/183, Ad-Daarimi 229, Ibnu Hibban 680]
 ingatlah janji Allah bagi orang yang bertakwa yaitu akan diberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Allah Ta'ala berfirman,
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. 
(QS.At-Thalaq(65):2-3).
 Dari 'Ali bin Abi Tholhah, dari Ibnu 'Abbas, beliau menafsirkan ayat tersebut, "Barangsiapa yang bertakwa pada Allah maka Allah akan menyelamatkannya dari kesusahan dunia dan akhirat. Juga Allah akan beri rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir, 14/32)
Seringkali banyak orang yang merasa khawatir dengan rezeki yang didapatnya.  Padahal Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluknya. Setiap orang, baik itu seorang muslim atau bukan tetap mendapatkan rezeki dari Allah SWT di dunia ini karena Allah SWT maha pemurah (Ar-Rahmaan). Kita perlu ikhtiar, doa, dan tawakal untuk menjemput rezeki yang telah ditentukan oleh Allah SWT tersebut.
Dalam Al-Quran Surat Huud ayat 6:
“Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Huud (11): 6).
 “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya sendiri.Allah-lah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 60)
Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Islam menekankan setiap Muslim agar menjemput rezeki dengan mengguna kan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya tapi tetap harus terikat dalam aturan  syariat Islam (HALAL DAN HARAM).
Sahabatku sekarang kita sudah tahu akan pentingnya meluruskan niat dan tujuan dalam mencari rizki. Mari sauadaraku  kita senantiasa meluruskan niat dan tujuan agar kita selamat didunia dan akherat, yaitu niat kan segala aktivitas  hanya mengharapkan keridhoan Allah semata.   

modal besar Umat Islam untuk bersatu


Kejayaan suatu umat Islam itu dengan membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Namun sebaliknya, musibah yang menimpa umat ini disebabkan karena sikap acuh tak acuh kepada Al-Qur’an dan meninggalkannya.

Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim)

Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasul saw.

Karena mereka mengamalkan Al-Qur’an dan sunnah Rasul saw. 

Maka Islampun berjaya pada masa-masa mereka, sehingga tersebar keseluruh penjuru dunia

Namun, setelah generasi tersebut sampai saat ini umat Islam meninggalkan Al-Qur’an sehingga umat Islam menjadi lemah dan hina karena dijajah oleh orang kafir, bahkan dizalimi dan dibunuh seenaknya oleh orang kafir akibat meninggalkan  Al-Qur’an.

Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, ada perintah dan larangannya yang kemudian diamalkan. 

Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafa’at (penolong) baginya pada hari Kiamat

Allah SWT telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, dan terdapat dalam firman-Nya:

 “…. Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS Thaha:123)

Umat Islam memiliki modal yang sangat besar untuk bersatu, karena mereka beribadah kepada ilaah (Tuhan) yang satu, mengikuti nabi yang satu, berpedoman kepada kitab suci yang satu, berkiblat kepada kiblat yang satu.

Selain itu, ada jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka tidak akan sesat selama mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, berpegang-teguh kepada Alquran dan al Hadits.



Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman,
“..... Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124).

Dalam menjelaskan kedua ayat ini, Abdullah bin Abbas berkata, “Allah menjamin kepada siapa saja yang membaca Alquran dan mengikuti apa-apa yang ada di dalamnya, bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.” [Tafsir ath Thabari, 16/225].
  
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. 

(Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).



Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia. 

Dalam konteks hablum minallah, Al-Qur’an mengatur relasi hamba dengan khaliqnya. Hubungan vertikal ini dalam bahasa syariat disebut ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan haji. 

Sedangkan dalam konteks hablum minan naas, Al-Qur’an menjelaskan tata cara pergaulan dan hubungan manusia dengan dirinya, manusia lain dan makhluk Allah lainnya.

Hubungan horizontal ini dikenal dengan sebutan muamalah. Konkritnya, Al-Qur’an memberi petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya :

 ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengaja rkannya” (H.R. Bukhari). 

Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi

Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar Al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.

Agar selamat didunia dan akherat sebenarnya Allah telah menurunkan pedoman hidup kepada manusia yaitu berupa Al Quran

Kita diciptakan didunia ini tentu tidak main – main ada misi yang harus kita  emban
ada tujuan yang harus kita capai .

Hidup didunia ini hanyalah sebentar saja , ada batasan waktu berada didunia ini .  Pilihannya adalah surga atau neraka ,  Jika manusia berhasil mengarungi hidup didunia yang fana ini tentu akan masuk surga dan jika gagal akan masuk neraka . 

Sekarang kita sudah tahu bila ingin selamat ayo kembali ke Al Quran dan Hadits sebagai peta kehidupan . Al Quran ini adalah kitab yang benar tidak ada keraguan didalamnya 


Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Alif lam lim. Inilah Kitab yang tidak ada sedikit pun keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Baqarah: 1-2)




artikel terkait bagaimana rasulullah menarapkan Al Quran secara kaffah

Sabtu, 26 Oktober 2013

Siapakan Orang yang bangkrut itu ?


Sudahkah kita melakukan sholat dengan benar ? 
sudahkan kita puasa ramadhan ? 
sudahkah kita menunaikan zakat ? 
sudahkah naik haji ? 
Kalau  jawabannya sudah apakah sudah yakin akan masuk 
surga ataukah malah masuk neraka ?

Hati - hati loh dengan yang namanya dosa zalim ,apalagi zalim terhadap orang lain. Kalau  kita ada salah dengan Allah langsung tobatan Nasuha , bersungguh sungguh tidak mengulangi insya Allah , Allah akan maafkan kita dan terima taubat kita .

Yang berbahaya nih dengan dosa kita terhadap orang lain , kalau kita pernah salah kepada orang lain menyakiti, menzalimi, mengambil hak orang lain . Jangan sampai kita Bangkrut di akerat merasa  sudah sholat , zakat, puasa, dan naik haji dengan benar , pahalanya banyak ,  gara- gara orang - orag yang dizalimi kita didunia menuntut diakerat kita jadi orang yang bangkrut . 


Dari Abi Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: “Tahukah kamu siapa yang  bangkrut itu?“, 

mereka (sahabat) berkata: “Ya Rasulullah, orang yang  bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang“  (kemudian) Rasulullah menjawab: 

“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari  umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala  sholat, zakat, puasa dan haji. 

Sedang (ia) pun datang (dengan membawa  dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta  benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang  menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang  terzalimi. 

Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis,  sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan  kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka (HR. Muslim)

   
Dalam ceramah – ceramah yang ada jarang sekali kita mendengar  membahas tentang dosa kita kepada orang lain atau hubungan kita sesama manusia . 

Padahal Allah menyuruh kita agar seimbang antara Habluminallah dan Habluminannas .  Semua  yang kita lakukan didunia tentu akan berdampak untuk kehidupan akherat kelak dan semuanya tentu akan diperhitungkan semua akan dihisap .

Coba kita merenung sejenak membaca hadist diatas siapakah orang yang bangkrut ? 
apakah yang tidak punya uang ? teryata bukan

  orang yang bangkrut adalah orang yang sudah melaksanakan rukun Islam, di hari kiamat juga membawa pula dosa karena menzalimi orang lain , memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta  benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang  menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang  terzalimi. 

Hingga sampai kalau pahala kebaikan kita sudah habis sedang hutang kezalimannya belum terbayar maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan  kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka .




Bayangkan jika anda menjadi seorang pemimpin disuatu negeri atau yang lebih kecil lagi lurah disuatu daerah kemudian anda melakukan tindakan korupsi , bila ada ratusan penduduk yang anda ambil haknya , anda zalimi , berapa besar dosa yang sanggup anda pikul. Ratusan juta orang yang anda zalimi di hari kiamat kelak akan bisa menagih dan mengambil pahala- pahala sholat, puasa, zakat, haji anda . Seandainya dosa anda kepada jutaan orang yang dizalimi lebih banyak dari amalah sholeh anda,  sudah sangupkah anda membayangkan siksa neraka.



Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Sa'id al-KhudriRadhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda;

"Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya, ia memakai dua sandal dari neraka, seketika itu mendidih otaknya disebabkan panasnya dua sandalnya itu."




Karena hukum Islam (sumber : Quran dan Hadist ) tidak diterapkan di dunia ini secara kaffah coba kita lihat banyak kekacauan terjadi kerusakan dibumi dan dilangit . 

Banyak Keputusan dan kebijakan bercampur hawa nafsu ( kepentingan ) yang akhirnya menzalimi , menindas rakyat, yang miskin makin miskin merana.

Harusnya Sumber daya alam milik rakyat , tambang batu bara, minyak bumi, emas , pohon, kekayaan hutan dan laut , kini digadaikan oleh penguasa kepada Swasta & Asing.

Kekuasaan ditangan oleh para pemilik modal, dan para antek anteknya bangsa sendiri yang ikut menjajah negerinya sendiri dengan korupsi.

Karena tidak mau diatur oleh syariat Islam dan tidak mau mengunakan Al Quran dan hadist secara totalitas sebagai pedoman, lihatlah berapa kasus pembunuhan setiap harinya, aborsi, narkoba, sex bebas, hutang negara dan masyarakat, moral yang rusak.

Untuk menerapkan syariat hukum Islam secara total kita harus berdakwah berjamaah memahamkan masyarakat akan pentingnya menerapkan metode  Khilafah dan mengangkat kholifah seperti yang diajarkan nabi Muhammad saw. 

UMAT ISLAM HARUS MEMIMPIN , UMAT ISLAM HARUS JADI YANG TERBAIK, ayo bangkit Umant Islam membawa Islam kembali Jaya . 


Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya (kekausaan) jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman."[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

  
Kezaliman terbagi dua, yaitu menzalimi diri sendiri, dan menzalimi orang lain. Menzalimi diri sendiri ada dua bentuk yaitu syirik dan perbuatan dosa atau maksiat. 

Menzalimi orang lain adalah menyakiti perasaan orang lain/ aniaya, mensia-siakan atau tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan.  Zalim  secara istilah mengandung pengertian “berbuat aniaya/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam”.

Allah SWT tidak suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57). 

Dan perhatikan juga firman-Nya yang lain: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Asy Syuura [42] ; 40)

Setelah kita mengetahui bahayanya perbuatan zalim yang dapat menghantarkan  kita menjadi hamba yang bangkrut di akhirat kelak, marilah kita selalu menjaga diri kita,  agar tidak berbuat zalim terhadap sesama  dan segera bertaubat dan meminta maaf  bila sudah terlanjur berbuat zalim kepada orang lain.