Minggu, 27 Oktober 2013

Penting Luruskan Niat Mencari Rizki yang Halal


Miris rasanya melihat  berita di media massa baik di tv, koran , maupun internet,  banyak kita saksikan tentang orang –orang yang mehalalkan berbagai cara untuk memperoleh rizki .  
Lihat saja dari penguasa pejabat kita yang korupsi, para pebisnis yang suka  suap dulu untuk menag tender , harus pakai acara di rayu dulu dengan wanita penghibur agar memuluskan project.
Dikalangan menegah ke bawah ingin laris pakai acara gorengan di beri plastiklah, pakai ke dukun dipagerilah,  Makanan diberi pewarna tekstile biar segar, buah buahan di beri lilin dan pengawet yang berbahaya , bakso diformalin, sapi digelonggong dan amsih banyak lagi .
 Parah abiz Negeri ini kehilangan moralnya dari pengusa hingga rakyat jelata , gak peduli saudara , teman atau lawan , sikat abiz . 
Halal dan Haram seolah tidak menjadi proritas utama lagi, malah sering kita dengar peryataan yang menyatakan “ cari yang haram saja susah apalagi yang halal. 
Untung rugi didunia menjadi pertimbangan utama kebanyakan orang sekarang, seakan lupa bahwa hidup didunia ini hanya sebentar saja . Banyak yang terlenakan dan tersibukan oleh fatmorgana  dunia.
Mencari rizki yang halal itu sangat penting dan menjadi prioritas utama muslim sejati.   karena nanti di akherat kelak  akan ditanya 
dari mana kamu dapatkan rizki itu ? 
dan untuk apa kau belanjakan ?  
 Tidak kalah penting juga selalu meluruskan niat dan tujuan dalam segala aktivitas kita, ini penting sekali,  jangan sampai tujuan kita hanya untuk dunia saja. Penting untuk kita selalu meluruskan Niat dan Tujuan dalam mencar Rizki yang HALAL TOYIBAN.
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu Anhu, beliau berkata, “Kami mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: 
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) dihadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)”.” [HR Ibnu Majah 4105, Ahmad 5/183, Ad-Daarimi 229, Ibnu Hibban 680]
 ingatlah janji Allah bagi orang yang bertakwa yaitu akan diberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Allah Ta'ala berfirman,
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. 
(QS.At-Thalaq(65):2-3).
 Dari 'Ali bin Abi Tholhah, dari Ibnu 'Abbas, beliau menafsirkan ayat tersebut, "Barangsiapa yang bertakwa pada Allah maka Allah akan menyelamatkannya dari kesusahan dunia dan akhirat. Juga Allah akan beri rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir, 14/32)
Seringkali banyak orang yang merasa khawatir dengan rezeki yang didapatnya.  Padahal Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluknya. Setiap orang, baik itu seorang muslim atau bukan tetap mendapatkan rezeki dari Allah SWT di dunia ini karena Allah SWT maha pemurah (Ar-Rahmaan). Kita perlu ikhtiar, doa, dan tawakal untuk menjemput rezeki yang telah ditentukan oleh Allah SWT tersebut.
Dalam Al-Quran Surat Huud ayat 6:
“Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Huud (11): 6).
 “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizkinya sendiri.Allah-lah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 60)
Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Islam menekankan setiap Muslim agar menjemput rezeki dengan mengguna kan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya tapi tetap harus terikat dalam aturan  syariat Islam (HALAL DAN HARAM).
Sahabatku sekarang kita sudah tahu akan pentingnya meluruskan niat dan tujuan dalam mencari rizki. Mari sauadaraku  kita senantiasa meluruskan niat dan tujuan agar kita selamat didunia dan akherat, yaitu niat kan segala aktivitas  hanya mengharapkan keridhoan Allah semata.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar