Jumat, 14 Agustus 2015

awas penyakit wahn - cinta dunia dan takut mati


awas serangan penyakit WAHN , virus yang mematikan jiwa dan membuat kita terlena hingga tersesat dalam gelapnya fatamorgana dunia. 

Nasehat buat para kader dakwah yang kini sedang berjuang , berhati-hatilah dengan rasa takut, takut mati dan terlalu cinta dunia . 

jika kau takut musuh akan kuat, misal jika takut setan setan malah makin kuat, setan saja lari terbirit birit melihat umar bin khotop yang ihsan dan iklas. 


  • Dalam al Quran dijelaskan setan itu lemah, gak bakal bisa menganggu orang yang iklas , yang taqwa  dan beriman dengan sebenar-benar iman & taqwa . 


Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan Allah, Allah pemilik langit dan bumi, penguasa jagat raya, penguasa hari pembalasan. 

ada artikel menarik yang ane dapat dari voa coba simak sebentar 


dari Tsauban Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
 “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Wahn merupakan penyakit yang menjangkiti umat ini secara indvidu maupun komunitas. Penyakit ini menjerumuskan umat ke dalam kekalahan dan kehinaan.

Makna Wahn

Secara bahasa wahn bermakna dha’f (lemah), baik secara materi atau maknawi, menimpa pribadi atau kolektif. Wahn juga bisa diartikan jubn (takut atau pengecut), namun ia masih bagian dari dha’f. Seperti Wahana al-Rajul, maksudnya: ia takut saat berjumpa musuh.

Al-Qur'an telah menggunakan makna ini dalam beberapa ayat, di antaranya:

Ia (Zakaria) berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.(QS. Maryam: 4)

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh).”QS. Ali Imran: 146)

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Nisa’: 104) maknanya: jangan jadi pengecut.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(QS. Ali Imran: 139)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS. Luqman: 14)


Makna Istilahi

Makna Wahn dalam hadits di atas dijelaskan langsung oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, yaitu cinta dunia dan takut mati. Wahn dalam hadits di atas berposisi sebagai hukuman (ekses/dampak). Bisa juga ia berposisi sebagai hal (kondisi) kaum muslimin saat itu.

Hukuman atas hal itu ada dua macam: Pertama, dicabutnya rasa gentar dalam hati musuh. Kedua, ditimpakan wahn dalam diri muslim

Keduanya menyebabkan kondisi kaum muslimin terhina dalam segala sektor. Laksana buih yang tak memiliki nilai di hadapan umat-umat lain.

Hakikat Wahn

Penyakit ini memiliki dua indikasi. Pertama, cinta dunia. Kedua takut mati.

Satu dengan yang lain memiliki pengaruh.

Cinta dunia berarti: sangat tinggi obsesi terhadapnya, hati bergantung kepadanya, terlalu jauh mengagumi keindahan dan kemewahannya, berjalan di belakangnya, sangat rakus terhadapnya, angan-angan dan cita-cita terpusat kepadanya, puncak harapan ada padanya, merasa kekal di dunia, dan terus menumpuk-numpuk harta kekayaannya.

Dampaknya: sibuk mengumpulkan harta, menempuh segala cara mendapatkannya yang halal maupun haram, meninggalkan jihad, kikir dan bakhil, rakus dan thama’, curang dalam mu’amalat, dan sebagainya.

Sedangkan takut mati adalah konsekuensi bagi orang yang sangat cinta dunia. Seseorang yang sangat cinta dunia pasti ia takut menghadapi kematian yang akan menghilangkan kenikmatan-kenikmatan yang diimpikannya.

Takut mati menjadikan seseorang berusaha mendapatkan kemakmuran hidup dengan segala cara, menghindari ketaatan yang beresiko kematian atau berkurang kekayaan, tidak pernah bersiap-siap untuk hadapi kematian, tidak menyiapkan bekal kebaikan untuk kehidupan sesudah kematian, terlalu larut menikmati dunia, berusaha memuaskan syahwatnya, dan sebagainya.

Terapi:
  1. Menguatkan iman, khususnya kepada Allah dan hari akhir.
  2. Memahami hakikat dunia dan fitnah-fitnahnya.
  3. Melazimi amal-amal shalih dan amal kebajikan dengan harapan akhirat.
  4. Banyak berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari fitnah dunia. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2015/01/08/34941/wahn-penyakit-mematikan-umat-islam/#sthash.lNlt5FPC.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar